
RANGKAIAN PENDUKUNG
Pendahuluan
Dalam perancangan suatu sistem kendali, tidak cukup hanya mikroprosesor saja yang akan menjalankan seluruh perangkat, namun sistem yang kita buat ini dapat bekerja jika ia dibantu dengan rangkaian pendukung lainnya. Ada banyak rangkaian pendukung yang dapat digabungkan dengan mikroprosesor, namun berhubung aplikasi yang akan diwujudkan pada perancangan kali ini adalah sistem pendeteksi dan pengaman kebakaran, maka penulis hanya akan membahas beberapa rangkaian pendukung dibawah ini.
Buzzer
Fungsi dari buzzer adalah sama seperti speaker , yaitu untuk menghasilkan suara, namun buzzer hanya mampu untuk menghasilkan suara berfrekuensi tinggi, sedangkan speaker mampu untuk menghasilkan suara dalam berfrekuensi tinggi dan rendah. Gambar dibawah ini memperlihatkan rangkaian dalam dari suatu buzzer.

Rangkaian dalam Buzzer Buzzer merupakan komponen yang berisikan lilitan dan 3 batang kawat yang berbentuk seperti switch. Apabila arus dialirkan, maka kumparan akan menghasilkan medan magnetik , sehingga menarik kawat (K3), dan memutuskan kawat (K2) dengan kawat (K1), tetapi kalau arus dimatikan, maka kumparan akan kehilangan medan magnetnya sehingga kawat K3 akan terlepas dari kumparan, dan kawat K2 berhubungan dengan K1. Buzzer biasa dipakai pada alat-alat ringan yang membutuhkan daya kecil.
Pompa Air Aquarium
Pompa air aquarium memiliki kinerja daya hisap dan semprot air yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan daya yang mampu dihasilkan oleh masing-masing motor pemutar pada pompa aquarium tersebut. Pada pembahasan kali ini, hanya akan dibahas untuk pompa air jenis SP-900 yang dibuat oleh PT.Resun, China.
Pompa air SP-900 memiliki spesifikasi sebagai berikut :
- Tegangan catu daya 220 Volt / AC, dengan frekuensi AC 50Hz (hal ini sesuai dengan catu daya yang disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara).
- Daya yang dikonsumsi sebesar 5 Watt.
- Volume air yang dapat dihasilkan sebanyak 300 Liter / jam.
Pompa air aquarium SP-900 ini dapat menghisap air jika pompa tersebut berada didalam air, sebab bagian untuk menghisap airnya disimpan / berada pada samping pompa yang telah dilengkapi dengan filter. Oleh karena itu, tidak dapat menyimpan pompa ini diatas permukaan air.
Transistor dan Relay Sebagai Driver Output
Selain berfungsi sebagai penguat, transistor dapat dioperasikan juga sebagai switch. Mengoperasikan transistor sebagai switch artinya bahwa transistor berada pada dua kondisi, yaitu kondisi saturasi dan pada kondisi aktif (cut-off). Jika sebuah transistor berada dalam keadaan saturasi, transistor tersebut seperti sebuah switch yang tertutup dari kolektor ke emiter di mana Vce = 0 dan jika transistor pada keadaan cut-off, transistor seperti sebuah switch yang terbuka. Transistor disini digunakan untuk meng"on"kan dan meng"off"kan relay , dimana relay tersebut digunakan untuk meng"on"kan dan meng"off"kan sistem.
Relay adalah sebuah saklar elektromagnetik yang prinsip kerjanya menggunakan azas kumparan listrik. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut: Sebuah kumparan yang berintikan sebuah lempengan besi lunak didalam relay, apabila dialiri arus listrik, maka lempengan besi lunak tersebut akan menjadi magnit. Maka magnit inilah yang berfungsi untuk menarik dan menolak pegas kontak penghubung. Hal ini dapat digunakan untuk meng"on"kan dan meng"off"kan alat secara otomatis. Untuk lebih jelas kita lihat gambar rangkaiannya dibawah ini.

Dapat kita lihat pada gambar tersebut penjumlahan tegangan di sekitar loop input memberikan:
Loop I : Vin (Vbb) = (Ib. Rb) + Vbe + (Ie.Re)
Loop II : Vcc = (Ic.Rc) + Vce + (Ie.Re)
dimana Vce adalah tegangan antara kolektor dan emitter pada saat transistor saturasi. Hubungan antara arus basis dengan arus kolektor adalah linier yaitu : Ic = hfe. Ib. Pada persamaan ini hfe adalah untuk tegangan DC.