
PENGANTAR SINGKAT PEMOGRAMAN MIKROPROSESOR 8088
I. Pengantar Pemograman Mikroprosesor 8088
Pemograman untuk sistem berbasis mikroprosesor 8088 berbentuk Low Level Language (Bahasa Assembly) yang instruksi setnya telah dikeluarkan oleh INTEL Corporation. Bahasa assembly merupakan bahasa pemograman tingkat rendah, dimana bahasa pemograman tersebut akan diubah oleh CPU menjadi program bahasa mesin melalui penulisan "mnemonik" yang sesuai. Dalam bahasa Assembly ini dapat digunakan berbagai jenis sistem bilangan, diantaranya bilangan biner, oktaf, desimal, dan hexadesimal. Pada pemograman bahasa Assembly untuk mikroprosesor 8088, Intel Corporation telah mengeluarkan instruksi set yang khusus, dimana instruksi-instruksi tersebut dapat dibagi menjadi 5 kelompok instruksi, yaitu :
1. Instruksi transfer data
2. Instruksi logika
3. Instruksi aritmatika
4. Instruksi kontrol
5. Instruksi string
Anda dapat melihat pembahasan dari masing-masing instruksi ini pada buku-buku yang sudah dituliskan penulis pada daftar pustaka.
II. Program Bantu Untuk Pembuatan Program Assembly µP 8088
Program bantu yang dapat digunakan untuk membuat program pada µP 8088 ini salah satunya adalah program Turbo Assembler yang dibuat oleh Borland International. Cara yang paling mudah adalah dengan membuat program pada teks editor, lalu mengedit hasilnya pada program Turbo Assembler sehingga didapat file aplikasi langsung. Ada dua model program aplikasi yang dapat dibuat pada Turbo Assembler, yaitu model COM dan model EXE. Namun penulis disini hanya akan menjelaskan cara pembuatan program model COM saja. Contoh pembuatan program model COM adalah (dibuat dengan bantuan teks editor, misalnya Note Pad):
.MODEL SMALL
.CODE
ORG 100H
Label_1:
| TEMPAT PENYIMPANAN PROGRAM |
END Label_1
Pada cuplikan program diatas, terlihat program diawali dengan penulisan .MODEL SMALL. Model ini digunakan jika program yang akan kita buat akan membutuhkan memori kurang dari ukuran 1 segment (64 KB). Penulisan .CODE digunakan untuk menyatakan bahwa kita akan memulai menggunakan Code Segmentnya disini. Pada program model COM ini hanya dapat digunakan satu segment saja (max = 64KB), hal ini berbeda dengan program model EXE yang dapat menggunakan lebih dari satu segment. Penulisan ORG 100H menyatakan bahwa program akan disimpan pada memori mulai offset ke 100 terhadap isi register CS saat itu. Pada program model COM, penulisan ORG 100 harus selalu disertakan karena pada offset 000 sampai 099 akan diisi oleh oleh PSP (Program Segment Prefiks) dari program tersebut. PSP ini akan digunakan oleh DOS (Disk Operating System) untuk mengontrol jalannya program tersebut. Lalu setelah penulisan Label_1, kita sudah dapat menyimpan program yang hendak dibuat disini. Lalu akhiri program kita dengan instruksi END Label_1.
Langkah-langkah pembuatannya jika diurutkan sampai menghasilkan file aplikasi dikomputer adalah sebagai berikut:
- Membuat program model COM sebagiamana yang telah dijelaskan diatas dengan bantuan program teks editor (misalnya Note Pad, jika Anda mengerjakannya di prompt DOS Anda dapat mengerjakannya di program EDIT, yaitu ==> ketik : C:\TASM2\EDIT [ENTER] ), lalu di"save" dengan format *.Asm (misalnya XXX.Asm) didirectori Turbo Assembler, kemudian masuk ke prompt DOS.
- Pada prompt DOS kita masuk kedirectori program Turbo Assembler, kemudian program yang telah kita buat pada langkah sebelumnya (dalam format *.Asm) dikompiler menjadi format *.Obj dengan perintah : TASM XXX.Asm [ENTER].
- Maka pada langkah ini kita telah mendapatkan file dalam format *.Obj. File yang telah dihasilkan dalam format *.Obj ini diubah lagi menjadi dalam bentuk format *.Com, dengan perintah : TLINK/T XXX.Obj [ENTER].
Sampai langkah ini kita telah mendapatkan file aplikasi dalam format *.Com . Jika kita akan memasukkan perintah yang berhubungan antar segment, misalnya JMP (loncat) antar segment, maka instruksi JMP antar segment ini tidak dapat langsung dimasukkan kedalam program seperti diatas. Salah satu cara yang tercepat agar dapat mengisi instruksi JMP antar segment adalah dengan menggunakan program DEBUG. Dengan program Debug pula kita dapat menghasilkan file dalam format *.Bin sehingga dapat langsung diload ke EPROM. Untuk menjalankan program Debug, kita tinggal mengetik perintah : debug pada directori tempat program kita berada. Misalnya:
C:>TASM2\Debug
Setelah ENTER ditekan, maka akan muncul kursor [ _ ], lalu kita tinggal mengetikkan kode perintahnya pada kursor tersebut.Perintah-perintah yang dapat digunakan pada program Debug ini adalah :
* R (Register)
* Q (Quit)
* D (Dump)
* F (Fill)
* M (Move)
* N (Name)
* C (Compare)
* S (Search)
* U (Unassembly)
* W (Write)
* L (Load)
* A (Assembly)
* T (Trace)
* G (Go), dan lain-lain.
Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar dibawah ini (saya ambil dari Help Debug):

Namun disini penulis hanya akan menjelaskan perintah-perintah yang berhubungan dengan pembuatan instruksi JMP antar segment dan pembuatan file dalam format *.Bin saja.
Setelah kita medapatkan file dalam format *.Com, maka langkah
selanjutnya adalah men'debug' file kita tersebut dengan perintah : debug xxx.com
[ENTER].
Langkah selanjutnya menamakan file yang telah kita buat dengan
instruksi (misalnya) : n XXX.bin
Hal utama yang harus diperhatikan adalah pada saat meload EPROM kita harus menentukan lokasi penyimpanan program kita. Karena lokasi alamat pertama EPROM 2764 yang akan dieksekusi mikroprosesor ketika pertama kali dihidupkan / direset adalah 1FF0H, maka otomatis jika kita telah membuat program sebagaimana disebutkan diatas, kita harus menyimpan program kita didalam EPROM 2764 mulai alamat 0100H s/d 1FFFH. Dengan kata lain, bagaimanapun bentuk program yang kita buat, instruksi yang terdapat pada alamat 1FF0 pada EPROM 2764 salah satunya harus berisi program JMP ke program utama.
.:: OPI-Homepage ::.