SENSOR DAN TRANDUSER

 

SENSOR

Sensor adalah komponen yang dapat digunakan untuk mengkonversi suatu besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu rangkaian elektronik. Sensor merupakan komponen utama dari suatu tranduser, sedangkan tranduser merupakan sistem yang melengkapi agar sensor tersebut mempunyai keluaran sesuai yang kita inginkan dan dapat langsung dibaca pada keluarannya.

Ada berbagai macam sensor yang ada dipasaran, namun berhubung aplikasi yang akan diwujudkan pada perancangan kali ini adalah sistem pendeteksi dan pengaman kebakaran, maka penulis hanya akan membahas sensor suhu dan sensor asap, mengingat aplikasi dan perancangan yang akan dibahas nanti berhubungan dengan kedua sensor ini.

 

Sensor Suhu

Sensor suhu yang terdapat dipasaran ada berbagai jenis. NTC (Negative Temperature Coeficient ) dan PTC (Positive Temperature Coeficient) adalah sensor suhu yang mengkonversi besaran suhu menjadi suatu nilai hambatan / resistansi. Namun penulis hanya akan membahas sensor suhu yang telah terintegrasi yaitu IC LM 335, yang mengubah temperature menjadi tegangan dengan skala sebesar 10mV/ derajat Celcius. IC LM 335 dapat beroperasi dari temperature -40 C s/d 100 C.

 

Sensor Asap

Sensor kepekatan asap yang digunakan pada perancangan ini adalah foto transistor dan led infra merah. Untuk aplikasi selanjutnya, kedua sensor ini dapat diterapkan untuk berfungsi sebagai berbagai macam sensor, seperti sensor kepekatan larutan, sensor keamanan, dll.

Tipe sensor yang digunakan adalah QED 122 dan QSD 122. QED 122 adalah led infra merah sedangkan QSD 122 adalah foto transistor. Kedua komponen tersebut dapat digunakan berpasangan sebagai sensor kepekatan asap, dimana led infra merah disini berfungsi untuk menyinari secara fokus ke foto transistor. Tegangan keluaran yang dihasilkan foto transistor dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diberikan oleh led infra merah, dan oleh sebab itu jika ada zat-zat lain, misalnya asap yang menghalangi laju penyinaran led infra merah ke foto transistor, maka hal ini akan mengakibatkan perubahan tegangan pada foto transistor. dan tegangan keluaran yang dihasilkan ini akan dikirimkan ke ADC untuk diolah lebih lanjut oleh mikroprosesor.


.:: OPI-Homepage ::.