Halaman Utama
Tentang Saya
Kumpulan Foto
Kumpulan Video
Catatan Hati
Kirim Pesan

Perpustakaan OPI

 

Tentang Saya

Nama saya Sofyan Efendi (biasa dipanggil Opi), lahir di Sukabumi pada tanggal 6 Agustus 1978. Ayah saya adalah Lilik Mustafa dan Ibu saya adalah Tati Budi Hartati. Saya adalah anak pertama dari enam bersaudara, namun adik saya yang pertama telah wafat ketika berumur 2 minggu (tidak lama setelah lahir). Ayah dan Ibu saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, karena itu sebagian besar hari-hari saya dan juga adik-adik saya dilalui tanpa hadirnya Ayah dan Ibu di rumah, kecuali di saat malam hari dan di hari-hari libur. Namun, karena sudah terbiasa, sejak kecil saya tidak merasa kehilangan, karena orang tua saya selalu memperhatikan dan menanyakan keadaan saya setiap hari.

 

Saya menyelesaikan sekolah dasar di SDN Taruma Nagara I Karawang, lalu dilanjutkan dengan sekolah menengah pertama di SMPN I Karawang. Sekolah menengah atas dilanjutkan ke SMAN 3 Bandung kemudian saya melanjutkan kuliah ke Politeknik Institut Teknologi Bandung (sekarang namanya Politeknik Negeri Bandung), yakni pada program studi Teknik Elektonika, jurusan Teknik Elektro. Mengenai pendidikan, orang tua saya memang sangat mengutamakannya. Biaya yang telah dikeluarkan untuk menyekolahkan dan juga pembelian buku-buku yang begitu banyak jumlahnya, adalah salah satu bukti dari kesungguhan mereka dalam mengutamakan pendidikan dalam keluarga. Selain itu, orang tua saya sangat mengutamakan shalat lima waktu. Sejak saya kecil, saya selalu diperintahkan shalat lima waktu, dan dicela jika saya meninggalkannya. Alhamdulillah, kebiasaan ini ternyata membekas dalam hati saya, sehingga sejak kelas 6 SD saya selalu menjaga shalat lima waktu hingga sekarang. Mudah-mudahan diterima oleh Allah swt, amiin.


Kegiatan yang saya sukai sejak kecil adalah membaca buku. Seringkali saya diberi uang oleh saudara saya (paman dan bibi), maka uang tersebut saya belanjakan untuk membeli buku. Saya pun sering meminta orang tua saya untuk membelikan buku-buku yang saya inginkan. Diantara semua buku, buku yang sejak saya kecil paling saya sukai adalah buku yang didalamnya membahas mengenai pelajaran Agama Islam. Karena itu, sejak kelas 3 SD, saya senang membaca buku pelajaran Agama Islam, dan mempelajari isinya. Saat itu masih banyak yang tidak saya mengerti, karena memang saya mempelajarinya sendiri, tanpa dibimbing oleh orang tua secara langsung, dan mungkin juga karena faktor usia yang belum bisa memahami dengan baik. Sejak kelas 5 SD, saya sering mengikuti pengajian rutin setiap hari di kampung saya, mengenai tata cara pembacaan Al-Qur'an dan juga sejarah Rasulullah. Guru ngaji saya ini adalah tetangga tidak jauh dari rumah saya, namanya adalah Aa Mumuh, beliau adalah kakak dari sahabat saya Kang Guntoro.

 

Suatu saat, ketika masih kelas 1 SMP, nenek saya memberi hadiah kepada saya. Ia memberikan kitab Al-Qur'an dan Terjemahannya, terbitan Departemen Agama RI. Disitulah saya mengenal arti (terjemahan) Al-Qur'an. Surat yang saya baca pertama kali adalah ayat-ayat pertama dari surat Al-Baqarah. Sungguh, pada saat pertama kali saya membacanya, hati saya bergetar dan tidak terasa air mata pun mengalir, karena takjub dan kagum akan keindahan susunan dan kandungan ayat-ayatnya, serta timbulnya keyakinan akan kebenaran ayat-ayat yang saya baca tersebut. Dari terjemahan tersebut tercermin ketegasan, dan saya meyakini saat itu, bahwa yang menurunkannya pasti tidak main-main dalam perintah yang dituliskannya. Jika orang-orang arab dahulu, termasuk Umar bin Khattab langsung menyatakan masuk Islam setelah membaca Al-Qur'an, maka saya sangat mempercayainya, karena untuk orang-orang yang telah membaca Al-Qur'an, akan timbul keimanan dalam hatinya, seandainya Allah menghendaki tentunya.

 

Ketika kelas 2 SMP (atau 3 SMP, saya lupa), saya diajak ayah saya ke salah satu toko buku yang ada di kota saya. Ia membelikan saya buku "Hadits Shahih" yakni kumpulan atau ringkasan Al-Jamius Shahih karya Bukhari Muslim, yang disusun oleh Hussein Bahreisj, dengan penerbit CV Karya Utama. Dari situlah saya mengenal hadits. Saya sering membaca kitab itu, dan banyak sekali hal-hal baru yang sebelumnya tidak saya ketahui. Lalu kelas 3 SMP saya dibelikan oleh ayah saya buku Sejarah Muhammad karya Muhammad Husein Haekal, dengan penerbit Litera Antar Nusa. Kesenangan saya membaca buku, membuat saya seringkali membacanya siang dan malam.

 

Ketika saya SMA, ayah saya membelikan saya buku Fatwa-fatwa Mutakhir karya Dr.Yusuf Al-Qaradhawi. Kitab tersebut sangat tebal bagi saya saat itu, dan saya membacanya hanya pada bahasan-bahasan tertentu saja, yang memang saya pahami. Saya sangat mengagumi kedalaman ilmu penyusunnya, karena setiap pertanyaan ia bahas dengan detail. Ia adalah ulama ahli fiqih yang saya kenal pertama kali, yang merupakan sumber inspirasi bagi saya untuk belajar agama lebih baik lagi. Selain itu, ayah saya membelikan pula kitab Bimbingan untuk Orang Mukmin yang merupakan ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dan kitab Riyadush Shalihin karya Imam Nawawi.

 

Saat kuliah di Bandung, saya tinggal di jalan Geger Kalong Girang, tepatnya di sebelah pesantren Daruut Tauhiid yang di asuh oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), yakni di tempat kost Bapak Aradi. Saya tinggal kurang lebih selama 2,5 tahun di sana, dan banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapat selama disana. Aa Gym adalah guru saya yang sangat saya hormati. Ceramah-ceramahnya sangat menyentuh hati saya, dan hampir setiap pengajian malam Jum'at dan Minggu siang selalu saya ikuti, walaupun saat itu saya sedang ujian. Saya memang mengutamakan sekali untuk hadir pada setiap ceramahnya, dan saat itu, rasanya sedih sekali jika tidak sempat hadir karena memang ada halangan tertentu. Jika saya tidak sempat hadir, maka saya akan menanyakan kepada yang hadir apa yang telah dibahasnya. Saya pun sangat senang mengoleksi dan membaca buletin "Qolbun Salim" karya Aa Gym. Ketika Daruut Tauhiid hendak melakukan pelebaran masjid, kamar tempat kost saya di beli oleh Daruut Tauhiid, karena memang kamar yang saya tinggali tersebut menempel dengan dinding masjid. Sejak saya tinggal disana, saya lebih sering lagi membeli dan membaca kitab-kitab lainnya.

 

Saya mengenal komputer pun ketika tinggal di sana. Ketika itu saya masih kuliah pada tingkat 2 (semester 3), yakni tahun 1999. Dosen saya, yang biasanya memperkenankan penulisan laporan praktikum dari hasil tulisan tangan, merubah kebijaksanaannya. Ia mewajibkan agar penulisan laporan menggunakan komputer, atau minimal dengan mesin ketik. Akhirnya saya sering main ke rumah teman untuk minta diketikkan, karena memang saat itu saya belum bisa menggunakan komputer. Setelah itu, saya pun mengadukan masalah ini kepada ayah saya, dan beliau akhirnya meminjam PC kepada kakaknya (paman saya) dan PC itu dikirimkannya ke saya. PC itu merupakan type lama saat itu (Prosesor Intel 80286 atau 80386, saya lupa). Karena memang saya tidak mengerti komputer, maka saya pun belajar mendadak. Saya masih ingat, PC itu menggunakan operating system berbasis DOS, dengan software yang tersedia diantaranya WS (Word Star) dan Lotus. Teman-teman saya sudah menggunakan Microsoft Word 97 dan Microsoft Excel 97, namun saya masih menggunakan WS dan Lotus. Akhirnya masa peminjaman itu pun berakhir. Paman saya hendak mengambil kembali PC tersebut, karena hendak digunakannya. Saya pun kembali tidak memiliki komputer.

 

Suatu saat saya pergi ke toko buku, dan secara tidak sengaja melihat ada buku mengenai penggunaan Microsoft Office 97. Saya beranikan diri untuk membeli buku itu, walaupun sebenarnya saya masih belum mengerti cara menggunakannya, apalagi di rumah sudah tidak ada PC. Saya berinisiatif untuk pergi ke rental komputer setiap pulang kuliah, sambil mempelajari penggunaan buku Microsoft Office 97 tersebut. Setiap beberapa hari sekali, satu hingga dua jam merupakan waktu belajar saya untuk mempelajari penggunaan Microsot Office 97 tersebut. Setelah saya merasa bisa, saya mencoba meminta ayah saya untuk membelikan PC. Alhamdulillah, Allah mengaruniakan rezeki, ayah saya akhirnya membelikan saya PC. PC tersebut merupakan PC bekas (second), dengan prosesor Intel Pentium I, 60 MHz dengan harddisk sekitar 500 MB. Walaupun bukan PC baru, namun dari PC inilah saya mulai senang dengan komputer. Setelah itu, sebagian besar hari-hari saya diisi dengan belajar komputer. PC ini tetap saya gunakan hingga tahun 2002, lalu akhirnya saya meminta izin kepada ayah saya untuk menjualnya, dan menggantinya dengan PC Pentium II.

 

Akhirnya, setelah lama belajar, saya pun lulus sekolah. Saat sedang liburan menunggu ijazah, saya mencoba melamar kerja ke beberapa perusahaan. Alhamdulillah, Allah menempatkan saya bekerja sebagai seorang programmer database di salah satu perusahaan asing (PMA Jepang). Sebenarnya pada saat itu saya sama sekali belum mengenal database, namun direktur perusahaan tetap berkenan menerima saya. Ia berkata kepada saya bahwa saya memiliki dasar yang baik dalam hal penggunaan komputer. Saya diperkenankan untuk belajar hingga 3 bulan masa percobaan. Alhamdulillah, setelah 3 bulan saya pun menguasai sebagian aplikasi database yang diterapkan disana. Direktur saya tersebut ternyata seorang yang benar-benar ahli dalam hal pemrograman database, dan saya belajar banyak dari beliau. Setahun kemudian saya pindah ke PMA lainnya (PMA German), dan dari sinilah sumber mata pencaharian saya sampai saat ini.

 

Tahun 2004 saya menikah dengan salah seorang gadis yang berasal dari kampung saya, namanya Rina Rahmawati. Ia adalah tetangga dekat rumah, dan saya sudah mengenalnya sejak saya kecil. Melalui dialah Allah mengaruniakan kepada saya seorang anak perempuan, namanya Salma Hafizhah dan seorang anak laki-laki, namanya Rasyid Al-Hafizh. Semoga Allah mengaruniakan kepada kami putra-putri yang soleh solehah, yang dapat menjadi cahaya mata bagi kedua orang tuanya, yang akan meneruskan perjuangan baik kedua orang tuanya, yang mendo'akan kedua orang tuanya, yang menjadi pembela Agama Islam, yang bermanfaat untuk kaum muslimin dan muslimat dan manusia seluruhnya. Amiin.

 

Kegiatan saya saat ini lebih banyak di bidang olah raga, tepatnya tenis meja dan berenang. Untuk tenis meja, saya sering melakukannya setiap hari di kantor saat istirahat siang, atau sepulang kerja. Kalau berenang, seringnya dengan anak saat hari Sabtu atau Minggu. Subhanallah, dalam tenis meja terdapat kecepatan, konsentrasi dan ketepatan. Sedangkan dalam renang terdapat kekuatan dan ketenangan ketika menyelami air dan berenang dari sisi ke sisi. Sungguh kedua olah raga ini saya rasakan manfaatnya bagi diri saya pribadi.

 

Dalam hal mendidik anak, sebagian besar istri saya yang mengajarnya, karena beliau lebih banyak waktu dirumah bersama anak-anak. Begitu pula baca tulis huruf arab dididik langsung oleh istri saya, sedangkan baca tulis huruf latin, saya menyekolahkannya di sekolah metode Roudhoh.

 

Demikianlah, beberapa infomasi mengenai keadaan saya serta kegiatan-kegiatan yang telah saya lakukan, yang saya jalani bersama kegiatan-kegiatan lainnya, yang masing-masing tidak dapat saya ceritakan satu-persatu disini. Sampai saat ini, dua hal yang masih saya sukai adalah membaca buku dan belajar komputer. Kesenangan saya mempelajari komputer menjadikan saya lebih condong kesana daripada memperhatikan pelajaran-pelajaran di tempat kuliah dulu. Saya pun sering mengaitkan beberapa aplikasi pada kehidupan sehari-hari dengan komputer.

 

Melalui perkenalan singkat ini, semoga Allah lebih mempererat ikatan persaudaraan kita, dan menyatukan hati kita dalam satu ikatan yang sama, berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Amiin.

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (SURAT 103. AL 'ASHR)

 

This site was last updated 06/07/09